Hallo!!!
Setelah terlalu lama menelantarkan blog ini, akhirnya saya kembali (YEYYY!!!)
Jadi kali ini saya akan menulis tentang makanan dari negeri sebelah, tepatnya Malaysia. Sama seperti tulisan yang lalu, dengan latar tempat yang sama tetapi dalam waktu yang berbeda. Pada kesempatan kali ini, saya mencoba makanan khas Malaysia, dengan beberapa makanan yang mirip dengan Indonesia, di tempat yang keren yaitu Sky Avenue Genting Highlands.
Nama tempatnya adalah Nyonya Color, untuk detail informasinya akan saya letakkan di akhir tulisan, yang mungkin (Mungkin lho ya..) satu-satunya restaurant dengan konsep "makanan rumahan" di tempat sekeren ini. Dan satu lagi MURAH. Iya restaurant ini termasuk yang paling murah di Genting Highlands. Sejujurnya ada banyak makanan yang tidak pernah saya temui di Indonesia, mulai dari cafe bertema komik, cafe makanan korea (Ini ada di Surabaya dan Jakarta), ada pizza dengan chefnya langsung import dari Italia, makanan cina, dan masih banyak lagi. Tapi karena beberapa tempat makan bertanda non Halal, jadi saya memutuskan untuk masuk ke restaurant ini.
Pada pintu masuk kalian akan disuguhi jajanan pasar, mulai dari Talam, Pulut, Bingka Ubi, dan banyak jajanan pasar yang lainnya. Selain jajanan pasar, mereka juga mempunyai paket untuk sarapan, berbagai macam es dan makanan berat lainnya.
Ini penampakan pintu masuk (credited by: TripAdvisor)
Setelah terjadi perang batin yang sangat hebat, akhirnya saya, beserta Ibu dan Adik yang ada di sana, memutuskan memesan 3 menu utama dan 1 menu makanan penutup. Yang saya pesan disini adalah makanan yang paling banyak orang makan saat itu. Jadi saya harus menanyakan kepada abang kasirnya apa yang orang lain makan. Oh iya, yang bekerja di sini kebanyakan orang India, tapi mereka sedikit-sedikit bisa Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia.
Ini lah pesanan saya.
Mulai dari kiri atas adalah Nasi Lemak Rendang Daging. Sebelah kanannya adalah Thong Sui - Mak Chuk, bawah kanan adalah Mee Siam+Rendang/Curry Chicken, dan yang terakhir adalah Crispy Sesame Chicken Rice.
Nasi Lemaknya udah gak bisa digambarkan dengan kata-kata, legit, ini gurih tapi gurihnya santan ya bukan gurih garam (kalau kata adik, "dia punya rasa beda" - dengan logat melayu kampungnya), dia harum-legit-gimana gitu. Udah kalian kalau kesana harus coba ini!!!
Isinya termasuk rendang, dan rendangnya beda banget sama rendang di masakan padang di Malang. Ini yang bumbunya sampai ada minyaknya, karena terlalu banyak menggunakan santan, tapi gak greasy, ini full bumbu, kalian bisa ngerasain bener-bener bumbu rendang ya ini. Kalau kalian lihat ini juga ada sambal terinya. Iya sambal teri di nasi lemak. Rendang yang mereka punya sudah cukup pedas untuk lidah saya, tetapi mereka tambahkan sambal teri. Tapi sambal terinya bukan sambal teri khas jawa dengan banyak terasi dan bawah putih (kalau yang dicampur bawang putih ya) yang banyak, sambal terinya lebih light jadi lebih bisa menyatu sama rasa rendangnya,
Kita berpindah ke mienya, ini bahas makanan beratnya dulu ya, yang khas antara perpaduan Malaysia dan Thailand. Ini mungkin, karena saya tidak jago bumbu, bumbu khas Malaysia dengan ditambah banyak perasan jeruk agar lebih segar khas Thailand. Mungkin beberapa dari kalian sudah bisa menebak kenapa saya berbicara perpaduan antara dua negara tersebut. Dari nama makanannya saja sudah tergambar "SIAM" untuk Thailand dan Rendang (Kalau ini Indonesia juga punya ya). Jadi campuran antara 3 negara lebih tepatnya ya :)).
Ini penampakan mienya.
Mienya menggunakan mie bihun seperti pada umumnya, bumbunya menggunakan bumbu khas Malaysia yang berkare-kare (pardon me if i'm wrong :) ) dicampur asam-asam makanan Thailand. Enak dan segar. Untuk lauknya sama dengan lauk di nasi lemak ya.
Makanan berat yang terakhir adalah nasi ayam biasa. Tapi bumbu ayamnya enak dan highlight dari nasi ayam ini adalah sambalnya. Udah deh sambalnya mantap. Kalau kata adik ini sambal khas Thailand yang seger-seger asam. Dibilang sambal gak begitu pedas, dibilang kuah dia terlalu kental. Jadi enaknya dinamakan apa ini? Cocolankah?
Kita masuk ke makanan penutupnya. Dia ini sejenis bubur dengan isian gandum ditambah kuah gula merah dan juga santan, kuahnya seperti kuah jenang abang. Bubur ini ngenyangin banget dengan isian gamdum yang lumayan banyak. Buat yang mau diet, makanan ini cocok, dengan porsi yang pas dia bisa buat kenyang mungkin untuk 3 jam kedepan (mungkin, untuk ukuran perut saya). Tapi kenapa saya letakkan di makanan penutup, karena pertama pesan saya kira dia makanan yang ringan. Ternyata dugaan saya salah. Dia berat sekali :((. Bubur ini harus dihabiskan dengan sedikit paksaan, karena saya (Ibu dan Juga Adik) sudah tidak kuat lagi untuk makan.
Di atas saya menyebutkan ada paket menu untuk sarapan, tapi di outlet Genting saya tidak menemukan paket sarapan, dan saya menemukannya di outlet KLIA2. Paket menu sarapannya cukup beragam (Maaf fotonya saya cari tidak ada, jadi teman-teman bisa mencarinya di Google) dengan minumnya dua pilihan teh tarik hangat dan kopi.
Pada kesempatan yang lain saya ke Malaysia, saya berkesempatan lagi untuk makan di Nyonya Color, lebih tepatnya di KLIA2, tepat 2 jam kurang dari penerbangan saya yang selanjutnya. Bukan menu sarapan yang saya pilih tapi saya memilih mie dengan porsi yang lebih kecil, nasi lemak (ini menu favorit saya), kopi (ini diminum oleh ayah saya), dan es delima (ini diminum oleh saya dan ibu). Makanan kali ini tidak saya foto karena kami semua kelaparan. Untuk harga dan rasa tidak ada bedanya ya di outlet Genting dan KLIA2.
Ini bonus fotonya :))
Sekian untuk celotehan saya kali ini. Sampai jumpa lagi di celotehan saya berikutnya. Bye bye :**
Restaurant: Nyonya Color
Tempat : - Genting Highlands Sky Avenue First World Plaza Level 2/F
- KLIA2 Lantai 3
Harga : - Nasi Lemak = RM19.40
- Crispy Sesame Chicken Rice = RM18.20
- Mee Siam + Rendang/Curry Chicken = RM18.20
- Thong Sui - Mak Chuk = RM7.00
NB : Untuk Harga seluruh outlet sama


















